Friday, February 8, 2013

Hitam putih hidupmu adalah sinar kebahagiaanmu





Hitam putih hidupmu

Sesungguhnya kita adalah manusia biasa. Bukan maksum. Bukan juga wali-NYA. Hakikatnya hidup kita pasti penuh dengan noda dan dosa. 

Allah… Kekadang memang terasa payah. Payah untuk menemukan kembali langkah yang lurus menuju Redha-NYA. Sungguh! Sungguh sukar dan berat sekali. Kaki yang melangkah bagaikan tidak terdaya lagi untuk teruskan langkah. Tempang sungguh langkah ini. Lantaran dosa dan noda yang pastinya sentiasa membayangi..

Adakah kita redha dengan segala khilaf itu? Adakah kita senang hati dengan salah tingkah kita? Bagi yang punya secebis iman melingkari tangkai hati pasti tidak pernah hidup tenang dengan segala salah itu. Kerana iman merupakan sahabat baik yang sentiasa menjentik hati dari terus hanyut dan leka dalam lautan noda kemaksiatan… 


Seiring waktu berlalu tangis tawa di nafasku
Hitam putih di hidupku jalani takdirku
Tiada satu tersembunyi, tiada satu yang terlupa
Segala apa yang terjadi Engkaulah saksinya

*Kau yang Maha Mendengar
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Pemaaf
PadaMu hati bertobat
Kau yang Maha Pengasih
Kau yang Maha Penyayang
Kau yang Maha Pelindung
PadaMu semua bergantung

Yang dicinta kan pergi
Yang didamba kan hilang
Hidup kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan

Andai bisa ku mengulang waktu hilang dan terbuang
Andai bisa ku kembali hapus semua pedih
Andai mungkin aku bisa, kembali ulang segalanya
Tapi hidup takkan bisa meski dengan air mata

[Opick ft Amanda: Maha Melihat]



Hati kecil berbicara. Andai bisa ku ulang waktu… 

Setiap detik yang berlalu terasa bagaikan azab sekali. Hati kecil tidak pernah rela membiarkan titik hitam memenuhi ruang hati. 

Sungguh malu! Malu dengan-MU Ya Allah… sesungguhnya kau Maha Melihat. Hati kecil sedar sekali hakikat itu. Bahkan segala keagungan dan kebesaran adalah milik-MU. Hanya Engkau Yang Maha Berkuasa. Hati yang dhaif benar sedar akan hakikat itu! Sangat sedar!

Tetapi…kenapakah taubat sering ditingkah? Adakah semuanya pengakuan kebesaran-MU tadi hanyalah dusta belaka? Berpura-purakah? 

Tidak! Tidak sekali-kali hati berpura-pura. Hati benar-benar sedar apa yang diucap. Jadi kenapakah?

Iman di hati menjawab. Sesungguhnya aku (iman) sentiasa bertambah dan berkurang. Pasti. Bagi insan yang biasa sepertimu pastinya itu merupakan ujian yang besar dari Tuhan-MU. Tuhan mengujimu bagi melihat sejauh mana kehambaan-MU… 


Ya Allah…benarkah begitu? Aku sedang diuji-MU… Kenapa aku lupa akan hakikat ini? Lupakah aku dengan ayat 2 dan 3 dalam surah Al-Ankabut…

Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu dugaan)?Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu sebelum mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang benar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahui-Nya akan orang-orang yang berdusta.
[al-Ankabut: 2-3]


Maka sesungguhnya amat benarlah kalam suci Allah itu. Segala apa yang ditempuh itu semuanya ujian. Mempertahankan iman dan taqwa itu juga ujian. Maka mujahadah diriku ini bagi menggapai redha dari-MU ini pastinya juga penuh dengan pedih dan peritnya… Betapa aku seringkali lupa! Malunya aku dengan-Mu Ya Allah…
  
Andai bisa ku mengulang waktu hilang dan terbuang
Andai bisa ku kembali hapus semua pedih
Andai mungkin aku bisa, kembali ulang segalanya
Tapi hidup takkan bisa meski dengan air mata...




La tahzan… Tetap teguhlah!

Hidup kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan...


Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan harta benda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (dengan ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: “Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada agama Allah). 


[Al-Baqarah: 214]


Dosa dan noda itu juga merupakan salah satu ujian buat hamba-NYA yang ingin bertaubat. Pastinya bukan senang ingin membetulkan segala khilaf diri. Jalan mujahadah ini tidak akan pernah sunyi daripada ujian. Sesungguhnya ujian itu adalah tarbiah special dari Allah. Tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk mengentalkan hatimu agar tidak lagi sekali-kali jatuh dalam jurang nafsu kejahatan…

Satu sahaja konklusi dari diri saya yang kerdil ini, jangan pernah sekali-kali putus asa daripada Rahmat Allah! Biar sebesar gunung khilaf kita biar seluas lantai Bumi sehingga ke langit sana melatanya dosa kita, jika taubat menjadi pilihan kita yakinlah dia Maha Penerima Taubat akan pasti mengampunkan semuanya… Asal kita tidak jemu bertaubat dan membetulkan kesilapan diri. Justeru itu sahabat-sahabat, tetap teguhlah memohon ampun daripada-NYA. Moga kita semua beroleh bahagia di dunia dan di akhirat sana… 



Srikandi Al-Azwar
Baiti Jannati

No comments:

Post a Comment